Langsung ke konten utama

Postingan

SEIMBANG

SEIMBANG Sebesar pengorbananku Kuharap kau juga begitu Sekuat perasaanku Kuharap kau juga begitu Seadil perlakuanku  Kuharap kau juga begitu Kadang memang sesulit itu menahan ego. Merasa paling berjuang Padahal sendirinya tidak pernah berkorban Paling cinta Padahal hanya sebatas kata Paling tertindas Padahal sendirinya tidak pernah adil berlaku Bukankah sekedar   mencinta saja tidak cukup, Jika tidak ada seimbang, pantaskah ia disebut “cinta”?

IKHLAS

“IKHLAS” “Bantu aku untuk ikhlash..bantu aku untuk ikhlash....” Beberapa mantra mulai terucap dari balik kedua bibir mungil itu. Matanya terpejam. Tubuhnya masih meringkuk di kasur. Namun jiwanya tidak sedang tidur. Rasa sakit belakangan sering datang tanpa diduga. Tidak menyerang fisik, tetapi jiwanya. Lebih sering di subuh seperti ini, atau menjebaknya saat hening malam tiba dan ia belum dapat terlelap. Satu-satunya cara menyelamatkan diri adalah dengan mengulang mantra itu beberapa kali. Khusyuk dan lemah namun itulah seluruh pasrahnya. Lalu entah bagaimana mantra itu menembus atap rumah, terus naik ke cakrawala, lalu sampai ditelinga Sang Maha Kuasa. Satu-satunya tempat manusia menaruh harap saat buntu akal, tak tahu harus mengadu kemana. Sedangkal pengetahuannya, demikianlah doa mencapai Yang Kuasa. Ia tak paham soal dosa, ia tak tahu soal tata cara, namun jauh di kedalaman hatinya, Ia tahu Tuhan sedang mendengar doanya, memeluknya, menjamah luka hatinya. ia bisa merasakan h...

Mawar

Sebulan berlalu Mawar dibotol kacamu mulai layu beberapa daun gugur, beberapa mungkin menyusul sebulan yang lalu mawar itu masih disana sedang cantik-cantiknya dan hanya satu-satunya hatimu terpaut, jemarimu bergerak sekuntum mawar kau bawa pulang sebulan berlalu kau kembali kesana, tak ada yang menarik tak ada bunga, hanya daun dan kuncup lalu kau berlalu, mencari mawar di taman yang lain dibelakangmu ada taman yang pilu, “jika saja berbunga yang cantik semudah memetiknya..”

Pulang

Untuk tebal kabut dari subuh ke pagi Yang bertahan lebih lama saat kemarau lewat untuk embun yang menempel di kaca jendela dan teh panas yang segera menghangat dalam detik aku pasti pulang menemuimu yang dingin dikening namun hangat dikenang E. R

Anggur

Aku Nur orang timur Masih bau kencur Kadang suka tekebur Aku Nur Sedang babak belur Entah kurang mujur Atau kurang tasyakur Beri aku anggur Bukan bajigur Cukup sesembur Hingga melebur Hingga ku jidur Tapi Jangan sampai terbujur Terjulur dikasur Karena aku bukan pelacur Atau wanita penghibur Hanya seorang Nur Yang sedang hancur Beriku anggur Senyur Biarkanku bertutur Bukan mendengkur Ngawur Beri aku anggur Biar ku berani jujur Karena saat berbaur Alkohol dan hati selalu akur Jadi pelipur Lalu menggusur Jujur Yang terkubur

Dejavu

Waktu berlalu Kini kembali sabtu Layaknya benalu Rinduku untukmu Tak sudi berlalu Bak tamu tak tahu malu. Dan seperti dungu Malah ku jamu Terus begitu begitu Seperti dejavu Aku kelu Kadang rindu Bisa sepahit empedu Saat yang dirindu menggebu Nyatanya bukan punyaku Tapi rindu Ia tak mau tahu Semakin ditinju Semakin mengacau Hingga ku lesu Lalu ia menyerbu Dalam bujuk rayu Rindu berlagu Terlalu Merdu “jangan jadi penipu” Aku tersipu Entah ragu Atau malu malu Dan dengan lugu Aku setuju merindu Waktu berlalu Kini kembali sabtu Dejavu. Welresna. R

Jangan anggap remeh "The Power of Plastic"

“Kita adalah generasi pertama yang merasakan efek dari perubahan iklim, dan generasi terakhir yang bisa berbuat sesuatu terhadap hal itu” (Barrack Obama, 2015) Beberapa tahun belakangan, dunia sedang gencar-gencarnya menyuarakan tentang berbagai gerakan peduli lingkungan. Salah satu yang cukup populer adalah gerakan mengurangi penggunaan plastik. Berbagai slogan seperti ; Diet Plastic, atau Save Our Earth, ramai dikumandangkan. Dimana-mana mulai muncul organisasi-organisasi maupun aktifis-aktifis peduli lingkungan.  Hal ini cukup memicu ketertarikan saya mengamati lebih jauh perbandingannya dengan perilaku penggunaan plastik dibeberapa tempat yang saya temui. Bukan hal baru dan luar biasa jika suatu sore saat berjalan-jalan keliling kompleks dan kita menemukan sampah plastik bertebaran tidak jauh dari tempat sampah. Miris memang. Ketika bertemu kondisi seperti ini, hal pertama yang terlintas di kepala adalah betapa rendahnya kesadaran “membuang sampah pada tempatnya”. Si pen...